Jangan Abaikan! Inilah Cara Merawat Kebersihan Vagina yang Tepat
Vagina adalah organ reproduksi wanita yang memiliki peran krusial dalam menstruasi, aktivitas seksual, kehamilan, dan persalinan. Oleh karena itu, penting bagi setiap wanita untuk memahami cara merawat vagina dengan benar demi menjaga kesehatan dan kebersihannya.

Merawat dan menjaga kebersihan vagina dapat mencegah berbagai masalah seperti infeksi, iritasi, dan bau tidak sedap. Namun, perlu diingat bahwa cara membersihkan vagina berbeda dengan bagian tubuh lainnya. Produk seperti sabun tidak disarankan karena dapat mengganggu keseimbangan alami vagina. Yuk, bahas lebih lanjut cara merawat vagina yang tepat untuk menjaga kesehatan organ intim Anda.[2]
Pada tahun 2012, dilaporkan bahwa masalah kesehatan reproduksi menyumbang 33% dari seluruh penyakit yang dialami wanita di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, infeksi jamur Candida menjadi penyebab 15% infeksi vagina. Diperkirakan 10-15% dari 100 juta wanita mengalami infeksi ini setiap tahunnya. Mayoritas wanita, atau sekitar 75%, akan mengalami keputihan akibat kandidiasis vulvovaginal setidaknya sekali seumur hidup, dan 45% di antaranya mengalaminya lebih dari satu kali.[3]
Vagina secara alami memiliki mekanisme pembersihan diri dengan mengeluarkan cairan yang dikenal sebagai keputihan. Keputihan merupakan kondisi normal, dengan catatan jumlahnya wajar, tidak berbau, berwarna bening atau sedikit putih, serta tidak disertai keluhan gatal atau nyeri. Proses keputihan ini menunjukkan bahwa vagina memiliki cara tersendiri untuk menjaga keseimbangan dan kebersihannya.
Meskipun demikian, menjaga kesehatan vagina tetap krusial untuk mencegah masalah kewanitaan, seperti infeksi atau radang vagina. Apabila kebersihan dan kesehatan vagina tidak terawat dengan baik, hal ini berpotensi menimbulkan risiko bagi kesehatan hingga kesuburan wanita.[4]
Cara Merawat Organ Intim Wanita dengan Benar[5]
Menjaga kesehatan organ intim adalah hal penting bagi setiap wanita. Melalui perawatan yang tepat, Anda dapat terhindar dari berbagai masalah seperti iritasi, infeksi, dan bau tidak sedap. Berikut adalah beberapa langkah mudah yang bisa Anda terapkan sehari-hari:
Bersihkan Vagina dengan Arah yang Tepat
Setiap kali selesai buang air kecil atau besar, ikuti langkah-langkah mudah ini agar vagina tetap bersih dan sehat:
Basuh dari depan ke belakang: Selalu bersihkan area vagina dari arah depan (vagina) ke belakang (anus). Teknik ini penting untuk mencegah perpindahan bakteri berbahaya dari anus ke vagina.
Gunakan air bersih: Pastikan Anda menggunakan air bersih untuk membilas. Jika memungkinkan, gunakan air hangat karena lebih nyaman dan membantu membersihkan dengan optimal.
Keringkan dengan benar: Setelah dibilas, keringkan area vagina menggunakan tisu atau handuk bersih dengan arah yang sama (dari depan ke belakang). Ini membantu mencegah kelembapan berlebih yang bisa memicu pertumbuhan bakteri dan jamur.
Cuci tangan: Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah membersihkan vagina untuk menjaga kebersihan maksimal.
Hindari Penggunaan Sabun & Pembalut Berpewangi
Hindari sabun, terutama yang berpewangi, saat membersihkan vagina sebab sabun dapat merusak keseimbangan pH dan bakteri baik, serta memicu iritasi. Demikian juga penggunaan pembalut yang mengandung pewangi, terutama jika Anda memiliki kulit sensitif. Kandungan parfum pada pembalut bisa memicu iritasi dan keputihan. Selain itu, ganti pembalut setidaknya setiap 3 – 4 jam untuk mencegah infeksi dan bau tidak sedap.
Keringkan dengan Handuk Bersih
Setelah dibersihkan, keringkan area intim menggunakan handuk bersih atau tisu berbahan lembut. Tujuannya adalah menjaga kelembapan yang seimbang di area vagina, sekaligus mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur yang tidak diinginkan.
Gunakan Pakaian Dalam dari Katun
Gunakan celana dalam berbahan katun yang mudah menyerap keringat dan tidak terlalu ketat. Bahan katun membantu mencegah kelembapan yang berlebihan. Saat mencuci pakaian dalam, gunakan sabun dengan sedikit detergen dan tanpa pelembut pakaian. Pastikan untuk mengganti celana dalam secara teratur, terutama setelah beraktivitas atau saat terasa lembap dan basah.
Waspadai Perawatan Tradisional
Beberapa perawatan tradisional organ intim wanita, seperti ratus dan gurah vagina, dipercaya dapat membersihkan dan menyehatkan. Namun, belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan efektivitas perawatan tersebut untuk menjaga kebersihan vagina. Bahkan, penggunaan uap dan asap panas dari ratus justru berisiko menimbulkan iritasi dan luka bakar pada vagina.
Yuk, pastikan menerapkan secara rutin langkah-langkah merawat kebersihan vagina tersebut agar terhindar dari risiko keputihan dan gangguan lainnya.
ID-GEN-2025-07-BWN7 (08/25)
Referensi
[1] Halodoc, Jangan Disepelekan, Ketahui 6 Cara Merawat Vagina yang Tepat, terakhir diakses 30 Juli 2025
[2] Halodoc, Jangan Disepelekan, Ketahui 6 Cara Merawat Vagina yang Tepat, terakhir diakses 30 Juli 2025
[3] Jurnal Poltekkes, Hubungan Vulva Hygiene dengan Keberadaan Candida albicans Penyebab Kejadian Keputihan, terakhir diakses 11 Agutus 2025
[4] Alodokter, Cara Merawat dan Menjaga Kesehatan Vagina, terakhir diakses 30 Juli 2025
