Mengenal Hepatitis B: Infeksi Hati yang Sering Tak Disadari
Hepatitis B adalah penyakit serius yang menyerang organ hati dan sering kali berkembang tanpa gejala. Kenali penyebab, cara penularan, dan pentingnya deteksi dini untuk mencegah komplikasi jangka panjang seperti sirosis dan kanker hati.

Hepatitis adalah peradangan hati yang disebabkan oleh berbagai virus, di antaranya virus hepatitis A (HAV), virus hepatitis B (HBV), virus hepatitis C (HCV), virus hepatitis D (HDV), dan virus hepatitis E (HEV). Virus hepatitis masih menjadi tantangan kesehatan di dunia. Hepatitis B dan hepatitis C, misalnya. Jika kondisinya sudah kronik, bisa menyebabkan sirosis serta kanker hati.
Hal ini diperkuat oleh data WHO yang menyebutkan bahwa sekitar 254 juta orang di seluruh dunia hidup dengan hepatitis B dan 50 juta orang lainnya mengidap hepatitis C. Setiap hari, tercatat 6.000 kasus baru infeksi hepatitis. Pada 2022, diperkirakan 1,3 juta orang meninggal akibat hepatitis B dan C kronik atau setara dengan 3.500 kematian setiap harinya.[1]
Di Indonesia, per Juli 2025, kasus hepatitis B lebih tinggi daripada kasus hepatitis C. Menurut Data Kementerian Kesehatan, sebanyak 6,7 juta penduduk Indonesia terinfeksi hepatitis B. Angka ini lebih banyak 168% lebih banyak daripada jumlah penderita hepatitis C.[2]
Sebenarnya, seperti apa gejala dan penularan hepatitis B? Yuk, kita simak lebih lanjut.
Penularan Hepatitis B
Virus hepatitis B dapat menyebabkan peradangan hati. Penularannya bisa terjadi dari satu orang ke orang lainnya, bahkan saat penderitanya tidak menunjukkan gejala sakit. Umumnya, penularan virus hepatitis B terjadi melalui:[3]
Berhubungan seksual tanpa kondom dengan penderita hepatitis B. Hal ini terjadi ketika darah, air liur, air mani, atau cairan vagina penderita masuk ke dalam tubuh pasangannya.
Berbagi jarum suntik yang sudah terkontaminasi darah penderita hepatitis B.
Tertusuk jarum yang terpapar virus hepapatis B dan umumnya terjadi kepada tenaga kesehatan.
Penularan dari ibu ke bayi yang terjadi saat persalinan.
Gejala Hepatitis B
Gejala hepatitis B tidak muncul antara satu hingga enam bulan setelah seseorang terinfeksi. Penderita biasanya akan mengalami keluhan seperti[4]:
Penyakit kuning yang mana menyebabkan kulit dan bagian putih mata berubah menjadi kuning.
Sakit perut.
Kotoran berwarna terang.
Demam.
Kelelahan.
Mual atau muntah.
Sayangnya, tidak semua penderita hepatitis B akan mengalami gejala yang jelas dan terlihat. Di banyak kasus, pada anak-anak dan orang dewasa dengan daya tahan tubuh kuat, hepatitis B tidak menunjukkan gejala sama sekali. Kondisi ini disebut sebagai infeksi tanpa gejala atau asimptomatik.
Sekitar 90% penderita hepatitis B di seluruh dunia tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi. Dari jumlah tersebut, diperkirakan 270 juta orang belum terdiagnosis dan belum mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan. Empat negara, yakni China, Indonesia, Nigeria, dan Filipina menyumbang hampir 57% dari total kasus global. Artinya, masyarakat berisiko tinggi mengalami infeksi hepatitis B yang serius tanpa gejala awal yang terlihat jelas.[5]
Tes HBsAg untuk Hepatitis B
Tes darah HBsAg (Hepatitis B surface antigen) menjadi metode paling umum dalam mendeteksi hepatitis B. Pemeriksaan HBsAg dapat menentukan apakah seseorang sedang mengalami infeksi hepatitis B aktif.
Jika hasil HBsAg tetap positif selama lebih dari enam bulan, maka kemungkinan besar pasien mengalami hepatitis B kronik.[6] Selain HBsAg, ada juga tes anti-HBs dan anti-HBc untuk mengetahui status kekebalan seseorang terhadap virus. Anda bisa berkonsultasi kepada dokter Anda jika ingin melakukan tes HBsAg untuk mengetahui apakah Anda terinfeksi hepatitis B atau tidak.
Deteksi dini hepatitis B sangat penting. Semakin cepat virus dikenali, semakin besar peluangnya untuk mencegah kerusakan hati secara permanen seperti sirosis atau kanker hati yang dapat mengancam nyawa. Selain itu, dianjurkan juga untuk mengetahui gejala, menghindari faktor risiko penularan, melakukan pemeriksaan rutin, dan vaksinasi hepatitis B. Harapannya, bersama-sama, kita bisa mencegah hepatitis B dan menurunkan tingkat penularan hepatitis B.
ID-GEN-2025-07-3VEN (08/25)
Referensi
[1] WHO, Hepatitis, terakhir diakses pada tanggal 20 Juli 2025
[2] CNBC Indonesia, 6,5 Juta Warga RI Terinfeksi Hepatitis B, Begini Penularannya, terakhir diakses 11 Agustus 2025
[3] Halodoc, Bagaimanakah Cara Penularan Hepatitis B, terakhir diakses pada tanggal 20 Juli 2025
[4] Halodoc, Bagaimanakah Cara Penularan Hepatitis B, terakhir diakses pada tanggal 20 Juli 2025
[5] Hep, Scientists Warn: Up to 90% of People With Hepatitis B Don’t Know They Have it, terakhir diakses pada tanggal 11 Agustus 2025
[6] Alomedika, Memahami Hasil Serologi Hepatitis B, terakhir diakses pada tanggal 20 Juli 2025
