Catat, Inilah Perbedaan Keputihan Normal vs Keputihan Abnormal
Keputihan adalah keluarnya cairan atau lendir dari vagina yang merupakan kondisi alami yang umumnya dihadapi oleh wanita. Namun, Anda perlu waspada jika terjadi perubahan pada warna, tekstur, bau, atau jumlah keputihan. Apa saja perbedaan keputihan normal dan keputihan abnormal? Cari tahu di sini!

Keputihan adalah kondisi umum yang sering dialami perempuan. Data World Health Organization (WHO) 2022 menunjukkan 75% remaja putri di dunia mengalami keputihan setidaknya sekali, dan 45% mengalaminya dua kali atau lebih.
Di Indonesia, potensi perempuan mengalami keputihan mencapai 90% karena iklim tropis yang hangat dan lembap, sehingga ideal untuk pertumbuhan jamur penyebab keputihan. Oleh karena itu, penting bagi perempuan untuk lebih waspada dan proaktif menjaga kesehatan reproduksi.[1]
Meski demikian patut diingat bahwa cairan keputihan juga berperan penting dalam menjaga kebersihan, kelembapan, dan melindungi area kewanitaan dari infeksi bakteri jahat. Namun, Anda perlu waspada jika terjadi perubahan pada warna, tekstur, bau, atau jumlah keputihan.
Perubahan ini bisa menjadi indikasi keputihan abnormal yang mungkin menandakan adanya masalah kesehatan. Yuk, kenali perbedaannya untuk kesehatan vagina yang optimal![2]
Keputihan Normal[3]
Keputihan normal bersifat bening atau agak putih atau mirip putih telur mentah. Teksturnya bisa encer atau sedikit kental dan lengket, tapi tidak berbau, dan tidak menyebabkan gatal atau nyeri.
Setiap wanita bisa mengalami keputihan normal, hanya saja jumlah, warna, dan kekentalannya bisa bervariasi. Perubahan keputihan normal bisa dipengaruhi oleh:[4]
Menyusui.
Ovulasi.
Efek samping pil KB.
Olahraga berlebihan.
Stres.
Rangsangan seksual.
Keputihan Abnormal[5]
Lain halnya dengan keputihan normal, keputihan abnormal biasanya membuat tidak nyaman karena disertai gejala lain. Ini dia ciri-ciri keputihan abnormal yang perlu Anda perhatikan:
Berbau tidak sedap seperti busuk atau amis yang menyengat.
Jumlah keputihan tiba-tiba jadi banyak.
Berwarna kuning atau kehijauan serta tekstur kental atau menggumpal.
Saat berhubungan intim atau saat tidak sedang menstruasi, keluar darah atau nyeri.
Pada vagina, muncul ruam, nyeri, dan gatal.
Nyeri atau perih saat buang air kecil.
Penyebab Keputihan Abnormal
Waspadalah jika Anda mengalami perubahan pada warna, bau, dan teksturnya. Hal ini bisa saja menandakan adanya gangguan kesehatan yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor.
Salah satu penyebab keputihan abnormal adalah infeksi yang terjadi karena perubahan keseimbangan bakteri di dalam vagina yang menyebabkan Vaginosis bakterial. Kondisi ini terjadi karena jumlah bakteri jahat, misalnya Gardnerella vaginalis, yang terlalu banyak sehingga menyebabkan peradangan.[6]
Selain infeksi bakteri, keputihan abnormal juga bisa disebabkan oleh infeksi jamur seperti Candida albicans. Kondisi ini terjadi karena ketidakseimbangan jumlah bakteri baik di vagina seperti Lactobacilli yang berfungsi membatasi pertumbuhan jamur seperti Candida albicans hingga menyebabkan infeksi jamur di vagina.[7]
Beberapa penyebab lain dari keputihan abnormal meliputi: [8]
· Penyakit menular seksual (PMS), seperti trikomoniasis, gonore, atau klamidia.
· Vaginitis atrofi.
· Kanker serviks.
· Iritasi atau luka pada area vagina.
· Diabetes.
Pencegahan Keputihan Abnormal[9]
Keputihan normal adalah hal biasa, tetapi jika berubah menjadi keputihan abnormal, bisa menjadi tanda masalah kesehatan. Lakukan langkah-langkah berikut untuk mencegahnya:
Jaga Kebersihan
Bersihkan dengan benar: Gunakan air hangat dan sabun khusus area kewanitaan yang lembut. Bersihkan dari depan ke belakang (vagina ke anus) lalu keringkan area vagina sepenuhnya.
Hindari produk berpewangi: Sabun atau produk kewanitaan berpewangi dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di vagina.
Batasi mandi air panas/berendam: Terlalu sering mandi atau berendam air panas dapat mengubah pH alami vagina.
Perhatikan Pakaian & Kebiasaan
Pilih celana dalam katun: Hindari celana terlalu ketat atau sintetis. Katun menyerap keringat dan memungkinkan sirkulasi udara.
Ganti pakaian/pembalut basah: Segera ganti pakaian dalam yang lembap atau pembalut saat menstruasi.
Praktikkan seks aman: Gunakan kondom dan hindari berganti-ganti pasangan untuk mencegah infeksi menular seksual.
Kapan Harus ke Dokter?[10]
Jika Anda mengalami keputihan dengan gejala yang tidak biasa, seperti perubahan warna (hijau, kuning, abu-abu, cokelat), bau menyengat, gatal, nyeri, atau pembengkakan, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
Dokter akan mendiagnosis penyebab keputihan Anda. Setelah diagnosis ditegakkan, dokter akan merekomendasikan penanganan yang tepat, yang bisa meliputi:
Obat Antijamur: Untuk infeksi jamur, tersedia dalam bentuk ovula, tablet oral atau krim yang dioleskan di bagian dalam vagina.
Antibiotik: Untuk infeksi bakteri, diberikan secara oral atau topikal.
Penting untuk diingat bahwa diagnosis dan penanganan yang tepat hanya dapat diberikan oleh dokter setelah pemeriksaan menyeluruh. Selalu ikuti rekomendasi dan resep dari dokter Anda.
ID-GEN-2025-07-AZ47 (08/25)
Referensi
[1] Jurnal Ilmu Kesehatan, Keputihan, terakhir diakses 15 Juli 2025
[2] Halo Doc, Keputihan, terakhir diakses 15 Juli 2025
[3] Alo Dokter, Ini Ciri-Ciri Keputihan Normal dan Abnormal pada Wanita, terakhir diakses 15 Juli 2025
[4] Alo Dokter, Keputihan, terakhir diakses 15 Juli 2025
[5] Alo Dokter, Ini Ciri-Ciri Keputihan Normal dan Abnormal pada Wanita, terakhir diakses 15 Juli 2025
[6] Siloam Hospital, Vaginosis Bakterialis - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya, terakhir diakses 5 Agustus 2025
[7] Hellosehat, Mengenal Kondisi Keputihan Karena Jamur, terakhir diakses 6 Agustus 2025
[8] Halo Doc, Keputihan, terakhir diakses 15 Juli 2025
[9] Alo Dokter, Ini Ciri-Ciri Keputihan Normal dan Abnormal pada Wanita, terakhir diakses 15 Juli 2025
[10] Bumame, Waspada! Keputihan Abnormal Tanda Masalah Kesehatan Reproduksi: Penyebab, Diagnosis & Pengobatan, terakhir diakses 14 Juli 2025
